30+ Terbaik Lokasi Wisata dan Murah di Banyumas

Posted on

Banyumas merupakan sebuah Kabupaten di Jawa Tengah, Kabupaten ini punyai sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan tetap banyak yang tersembunyi, supaya masih banyak orang yang belum memahami bakal keindahan dan tempat keren yang ada di Banyumas. Kabupaten Banyumas ini memiliki banyak sekali lokasi wisata yang bagus dan mempesona, mulai dari wisata Situs budaya, wisata peninggalan sejarah, sampai spot foto kekinian dengan berbagai ornament yang ada, hingga wisata alam air terjun yang sangat memanjakan mata.

Jika Anda miliki rencana untuk berlibur ke Banyumas, Jangan risau bakal keindahannya, Kabupaten ini tawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk Anda dikunjungi. Selama ini kecuali Banyumas jarang terdengar daerah yang keren untuk berlibur, tapi ternyata Banyumas ini terhitung memiliki banyak tempat-tempat wisata alam yang keren yang tak kalah bersama wisata di Semarang, Jogja ataupun kota besar lainnya.

1. Lokawisata Baturaden

Berada di lereng selatan Gunung Slamet (3.428 meter), 14km berasal dari Purwokerto, bersama dengan udara sejuk di siang hari dan terlampau dingin di malam hari. terdapat beragam object dan dan benar-benar mengasyikkan bahkan jika bersama dengan teman-teman anda. Pemadangan dan alam kurang lebih Lokawisata Baturraden yang berada di kaki Gunung Slamet sesungguhnya terlampau menarik dan sayang untuk dilewatkan, mengingat lokasi wisata ini menjanjikan banyak wahana.

Di lokasi wisata sendiri tersedia beraneka sarana yang disediakan, antara lain bioskop Teater Alam yang dikemas dalam pesawat terbang (benar-benar pesawat terbang) berbentuk pesawat tipe Foxer 28 punya Garuda Indonesia, agar menjadi energi tarik tersendiri. Kemudian air terjun, jembatan panorama, air muncrat, kolam renang, flying fox, kolam renang belerang, sepeda air dan sebagainya.

2. Alun-alun Kota Lama Banyumas

Tamasya Banyumas yang berada 18 km dari Purwokerto. Jaman dulu, alun-alun ialah penanda sentra pemerintahan, dan ditanami pohon beringin sebagai lambang pengayom rakyat. situasi dikala ini masih orisinil belum di pugar layaknya alun-alun purwokerto yang di satukan.

Bagi pengunjung yang berkeinginan berlatih kebugaran, seman bersama dapat menjadi salah satu alternatif. Di Alun-alun Banyumas tiap-tiap hari Pekan senantiasa diadakan senam bersama untuk biasa. Aktivitas senam bersama ini ditemani oleh instruktur senam serta diiringi nyanyian sebagai penyemangat.

Kecuali dipergunakan untuk sarana bersantai, olah raga dan acara-acara kusus, Alun-alun Kota Lama Banyumas juga menjadi salah satu tempat istimewa bagi penikmat sejarah. Beraneka warisan cagar kebiasaan dan corak sejarah masih menonjol dikomplek yang pernah menjadi salah satu penanda sentra pemerintahan di Jawa ini. Ada tiga karakter, kolonial, Islam, dan Tionghoa merekat di sekitar wilayah hal yang demikian.

3. Candi Ronggeng

Tamasya Banyumas yang berada di Desa Gondotopo, Kecamatan Fals, merupanan sebuah daerah tamasya peninggalan bersejarah di kawasan ini. Berdiri di zona dengan luas kurang lebih tujuh meter persegi, Panembahan Ronggeng atau yang lebih diketahui dengan Candi Ronggeng tepatnya di Desa Gandatapa, Kecamatan Subang, Kabupaten Banyumas.

Melainkan, sayangnya sesampai dilokasi yang ditemui cuma batu-batu yang berserakan tak terurus malah arca ronggeng-nya malahan tak ada. Dari keterangan sebagian penduduk eksistensi Panembahan Ronggeng rupanya berhubungan dengan sejarah perjalanan seorang tokoh yang konon berasal dari Majapahit yang bernama Gandakusuma.

4. Bendung Gerak Serayu

Terdapat 2 komponen dari bendungan ini merupakan komponen barat yang berhadapan seketika dengan trek utama Purwokerto – Cilacap, dan komponen timur yang berhadapan dengan trek pilihan Patikraja – Kroya dan jalanan Rel Kereta Api Purwokerto – Kutoarjo.

Komponen barat lebih ramai disinggahi kaum pemudik pada dikala hari-hari besar, di hari umum banyak dijumpai Truk-Truk besar yang parkir di pinggiran sungai Serayu. Kecuali itu dibagian ini daerah bermukimnya kios-kios yang menyediakan berjenis-jenis makanan seperti Mie Ayam, Bakso, Es Kelapa Muda dsb. Ada pula motel di seberang jalannya lagi, lazimnya awam digunakan para sopir truk untuk sekadar beristirahat.

Lokasi ini kini ialah wilayah liburan yang telah berkembang yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas. Luas lahan lokasi tamasya ini sekitar 5,00 Ha. Di lokasi tamasya ini kita bisa merasakan tamasya berupa Tahan Gerak Serayu dengan fasilitas pensupport berupa jalan menuju lokasi tamasya yang telah baik dan daerah parkir yang luas serta panorama sekitar yang menawan.

5. Bumi Perkemahan Baturraden

Liburan Banyumas di wilayah Baturraden, yang tak jarang diterapkan para pecinta alam. Diterapkan sebagai daerah Jambore Nasional Gerakan Pramuka se-Indonesia pada 2001. Panorama yang tersaji di sana malahan sungguh-sungguh menakjubkan sehingga dapat membikin mata anda bahkan tak bosan memandanginya. Wilayah tamasya ini berada sekitar 670 meter di atas permukaan laut dan sebab kondisi inilah mengapa hawa dingin lantas menyelimuti daerah itu disaat malam mulai memasuki.

Suhunya dapat segera turun drastis dan baju tambahan seperti baju penghangat, t-shirt tangan dan t-shirt kaki bahkan menjadi kelengkapan ekstra yang semestinya anda kenakan dikala berkunjung ke Bumi Perkemahan Baturaden. Bagi anda yang bersuka cita jalan-jalan, anda malahan ditantang ketika berkunjung ke Wana Liburan Baturaden sebab disana terdapat tiga jalanan jungle track dengan jarak yang berbeda-beda. Trek Rasamala berjarak 2 km, Jalanan Damar berjarak 3 km, dan Trek Palawi berjarak 6 km.

6. Bumi Perkemahan Kendalisada

Tamasya Banyumas di Desa Kaliori, Kec Kalibagor, seluas 20 ha dilengkapi gedung Serba Guna, asrama, dan dapat digunakan untuk motor cross, terbang layang, dan rekreasi remaja. Nama autentik perbukitan hal yang demikian sesungguhnya Bukit Tunggangan. Namun sebab di lokasi bumper terdapat suatu petilasan yang bernama Kendalisada, karenanya gelanggang aktivitas remaja ini dinamakan Bumi Perkemahan Kendalisada. Nama hal yang demikian dikaitkan dengan nama tokoh wayang Anoman. Sehingga tak heran bila seperti itu anda menjelang gerbang kendalisada menonjol relief patung Anoman.

Dikala tiba di Bumi Perkemahan ini, kita akan disambut oleh gapura yang berdiri kokoh. Sesudah menjelang lokasi, akan ditemukan sebuah pendopo berbentuk joglo berukuran cukup besar. Kecuali itu, daerah ini juga dilengkapi dengan Asrama seluas 120 m2 serta gedung serba guna, yakni Gedung Institusi Cadika “Kendalisada” seluas 200 m2. Gedung ini dilegalkan oleh Gubernur Jawa Tengan pada 28 Oktober 1982.

7. Curug Gede

Tamasya Banyumas di desa tamasya Ketenger, 3 km dari lokasi tamasya Baturraden. Di daerah ini pelancong bisa merasakan air terjun dengan estetika alam dan aneka lempengan batu. Bagi kalian yang gemar mengerjakan eksplorasi liburan alam, memandang air terjun berkali-kali bahkan pasti tak akan membikin mata atau hati merasa bosan. Estetika alam yang Kuasa berikan sungguh cantik dan menyegarkan .Curug Gede ialah air terjun yang terletak di desa Ketengger adalah 3 kilometer kearah selatan dari Lokawisata Baturraden. Curug gede meiliki ketinggian hingg 25 meter lho! Lokasi curug Gede juga betul-betul cantik dan asri dengan suasana perhutanannya. Kau pun dapat berkemah disekitar Curug Gede sekiranya tertarik untuk bermalam lebih lama di Curug Gede.

8. Curug Belot

Liburan Banyumas di Desa Rempoah, Baturraden, dengan air deras, tapi belum banyak diraba dan masih natural. Curug Belot udah tenar dari lama, tidak jarang muda-mudi saat pulang sekolah maen dulu ke curug hal yang demikian. Berlokasi di Desa Rempoah, Baturraden, Banyumas. di Belakang BRI masuk ke gang kata sahabat.

Daerah ini biasanya sebagai maksud liburan untuk sebagian wisatawan yang mengharapkan bersenang-bersuka ria serta bersantai melepas capek untuk bikin kepala jadi fresh kembali. Terkecuali nikmati derasnya aliran curug ini, sebagian wisatawan bisa juga nikmati estetika pemandangan sekitaran dengan tumbuhan yang tumbuh subur. Hawa ditempat inipun merasa adem serta hanyanya juga merasa dingin lantaran lokasinya yang ada di lereng Gunung Slamet.

9. Curug Cipendok

Liburan Banyumas di Desa Karangtengah, Kec Cilongok, dengan ketinggian 92 m, hawanya teduh, letaknya cukup gampang ditempuh, dapat merasakan mendoan dan susu murni dikala berjalan kaki menuju curug. Sayangnya, wilayah ini kurang populer di kalangan pelancong. Pengunjung yang datang malahan tak sebanyak pengunjung Baturaden atau Curug Nangga yang kini sedang hits diinfokan. Tetapi justru disitu sisi positifnya. Aku menyukai daerah ini. Seperti tentram dan hening. Sebuah wilayah yang dapat dibuat opsi pelarian saat rasa penat datang.

Bagi yang tak memiliki kendaraan pribadi maupun mau mengunjungi wilayah Curug Cipendok tanpa memakai kendaraan pribadi, bisa memanfaatkan angkutan lazim (Koperades). Angkutan biasa ini memiliki trayek trek Ajibarang – Losari – Kalisari – KarangTengah – Lebaksiu – Curug Cipendok. Pada hari lazim Koperades ini lazimnya cuma melayani rute Ajibarang – Losari – Lebaksiu (KarangTengah), tapi dapat disewa (dicarter) untuk membawa wisatawan yang berkeinginan menuju Curug Cipendok. Umumnya untuk para wisatawan yang berharap menyewa Koperades, dapat mencari di pertigaan Losari (desa KarangLo).

10. Curug Ceheng

Liburan Banyumas di Desa Gandatapa, Kecamatan Fals, yang menampakkan estetika air terjun yang dihiasi satwa lawa (sejenis kalong) yang beterbangan di sekitarya. Kalau kita observasi curug hal yang demikian menampakan kejernihan gradasi yang sungguh-sungguh terang pada airnya yang berawrna cokelat muda sampai warna hijua tua. Pun kita juga bisa mengamati warna hijua pekat yang berada di komponen bawah air. Komponen hal yang demikian adalah komponen yang lebih dalam dan cukup membahayakan.

Sebab berada di ketinggian hal yang demikian membikin curug ini senantiasa berhawa teduh. Lebih-lebih-lebih lokasinya yang tersembunyi di tengah perkebunan dan hutan, serta ceruknya yang separuh lingkaran dengan latar belakang Gunung Slametmenjadikan wilayah curug ini tak jarang disambangi pasangan muda Purwokerto yang berkeinginan mojok. Kecuali itu di curug ini banyak terdapat kelelawar yang beterbangan di sekitarnya.

11. Curug Pengantin

Tamasya Banyumas di tengah hutan Dusun Parduli, Desa Kracak, Ajibarang, tinggi air terjunnya cuma 2 m, tetapi diandalkan bahwa mandi di sini akan menolak bala dan mempercepat jodoh. Curug Pengantin Banyumas ini masih dapat terbilang sepi dan sekitar 8 kilometer dari Kecamatan Ajibarang. Jalannya malah menanjak dan belum diaspal. Kendati semacam itu, air di curug ini tidak pernah kering dan senantiasa mengalir airnya bagus musim hujan ataupun kemarau.

Berjarak sekitar 40 km dari kota Purwokerto atau 8 km dari Kecamatan Wangon dan bisa dicapai dengan kendaraan roda dua berikutnya di teruskan dengan berjalan kaki sejauh 800 m. Hening saja untuk hingga ke desa cirahab gampang kok, dan telah ada pertanda arahnya. Kemudian siapkan mental dan kendaraan anda untuk berpetualang ke grumbul cidondong daerah lokasi curug pengantin berada.

12. Gua Sara Badak

Tempat Wisata di Banyumas yang lainnya yaitu gua sara badak yang lokasinya berada di lebih kurang 52 meter dari lokasi Pancuran Pitu berada, lokasi ini merupakan pertemuan aliran air panas yang di dalam air tersebut mengandung senyawa belerang, dan pertemuan dengan air dingin, sehingga pertemuan antara kedua air dengan berbeda suhu, akan mengakibatkan bebatuan di sekitar pancuran berwarna keemasan yang sangat menakjubkan di pandang mata.

13. Gua Selirang

Liburan Banyumas yang berada di sekitar zona Pancuran Pitu, berdekatan dengan Gua SaraBadak, berupa gua kecil yang mulut guanya tertutup oleh aliran air dari atas tebing. Gua Selirang di Banyumas Jateng mempunyai pesona estetika yang betul-betul menarik untuk dikunjungi. Amat di sayangkan sekiranya anda berada di kota banyumas tak mengunjungi liburan alam yang memiliki estetika yang tiada duanya hal yang demikian.

Amat layak untuk mengisi aktivitas tamasya anda, apalagi ketika tamasya panjang seperti libur nasional, maupun hari libur lainnya. Liburan Pancuran Pitu Gua Selirang di Banyumas Jateng ini sangatlah bagus bagi anda seluruh yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi daerah Liburan Pancuran Pitu Gua Selirang di Banyumas Jateng di kota banyumas.

14. Kebun Binatang Kaloka Widya Mandala

Liburan Banyumas yang disahkan pada 17 Mei 1995, dengan koleksi sapi berkaki lima, kambing berkaki tiga, gajah, beruk, buaya Irian, ular sanca, kasuari, elang bondol, dan sebagainya. tetapi sebagian tahun silan telah tak di kelola dan hewannya di pindah ke tempat semarang. Daerah liburan Baturaden ini ialah sebuah kebun hewan yang menawarkan beragam tipe spesies hewan dari luar ataupun dalam negeri.

Ada banyak spesies binatang yang dapat Anda peroleh di kebun hewan ini, seperti ayam mutiara, kelelawar, landak, kambing kaki tiga, ayam kate, beruk, sapi kaki lima, cendrawasih, elang, orang utan, rusa, buaya, kaswari, ular, simpanse, gajah dan masih banyak lagi aneka satwa yang langka di taman ini. Kaloka Widya Mandala ialah kebun hewan yang juga diterapkan sebagai daerah tamasya edukasi. Daerah tamasya ini disahkan oleh Bupati Kepala Tempat Tingkat II Banyumas H. Djoko Sudantoko pada tanggal 17 mei 1995.

15. Kelenteng Boen Tek Bio

Tamasya Banyumas yang berada sekitar 300 m dari Pendopo Duplikat Si Panji di kota lama Banyumas. Bangunan tua dari abad ke-19 ini mulai diterapkan sebagai kelenteng semenjak 1960. klenteng ini berlokasi Jl. Pungkuran, Belakang Pasar, Banyumas. design klenteng ini cukup unik dengan warna dominan merah, terus ada sebagian lukisan dan juga ada pilar pilar dengan paung naga yang membelit serta gerbang belakang yang berbentuk bulatan dengan lukisan di pinggirannya dan juga terdapat altar untuk ibadah Tridarma.

Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas yakni daerah pertama yang aku kunjungi setiba di Kota Banyumas, kota kecil yang namanya menjadi nama kabupaten dan berarti “air emas”. Ini sebab Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas ialah daerah terdekat sesudah menyeberang Kali Serayu, sekitar 100 m dari bibir sungai.

16. Telaga Sunyi

Liburan Banyumas 3,5 km di sebelah timur Baturraden. Telaga ini semacam itu menawan dengan airnya yang dingin dan sungguh-sungguh bening. Pada musim-musim tertentu bisa ditemui aneka warna kupu-kupu dan capung. letaknya memang berada jauh dari keramaian, benar-benar berbeda dengan lokasi tamasya baturraden yang benar-benar ramai pengunjung. lokasi liburan ini layak bagi anda yang berharap menyepi dan melepas kepenatan dari kegiatan sehari-hari.

Telaga ini tidaklah terlalu banyak dikunjungi oleh pelancong. Jadi masih tergolong cukup terawat, bersih dan menarik untuk dikunjungi. Air di telaga ataupun sungai sekitarnya tergolong dingin. Ada pihak yang menyewakan baju penghangat pelampung seandainya anda berharap berenang. Bebatuan di sungai tergolong besar dan bersih dari coretan (semoga konsisten demikian, jaga estetika alam nya). Jarak dari daerah parkir ke Telaga Sunyi cuma berkisar 100 m dan jalannya malah tergolong landai. Dengan demikian buah hati-si kecil balita bahkan dapat dengan gampang menempuh telaga ini.

17. Masjid Nur Sulaiman

Tamasya Banyumas yang berada di barat alun-alun kota lama Banyumas, didirikan pada 1725 oleh Kyai Nur Sulaiman dari Gumelem dengan arsitek Kyai Nur Daiman. Peninggalan orisinil yakni bedug, mimbar, sakaguru dan sumur. Posisi mesjid ada di samping barat alun-alun sebagai lambang kebaikan. Hal semacam ini pantas sama agenda tata letak bangunan pada dikala pemerintahan kerajaan di Jawa. Mesjid Nur Sulaiman ini berseberangan dengan letak penjara sebagai lambang kriminal di samping timur alun-alun.

Dari kota Purwokerto, mesjid ini berjarak lebih kurang 25 km. Lantaran tidak ada sumber tercatat yang tentu, berdasarkan diskusi juru Memelihara Benda Cagar Kebiasaan Mesjid Nur Sulaiman ayah Djoni M. Faried, nama Nur Sulaiman datang dari nama Nur Daiman.

18. Masjid Saka Tunggal

Liburan Banyumas di Desa Cikakak, Wangon, 30 km dari Purwokerto, yang dibangun pada 1288. Di sekitar mesjid terdapat hutan pinus yang di huni ratusan ekor monyet jinak. Nama sah mesjid ini yaitu mesjid Saka Tunggal Baitussalam, melainkan lebih populer dengan nama mesjid saka tunggal sebab memang Mesjid ini cuma memiliki saka tunggal (tiang penopang tunggal).

Sakatunggal yang berada di tengah bangunan utama mesjid, saka dengan empat sayap ditengahnya yang akan tampak seperti sebuah totem, komponen bawah dari saka itu dilindungi dengan kaca guna melindungi komponen yang terdapat artikel tahun pendirian mesjid hal yang demikian. Wisata religi ini meninggalkan sebuah Mesjid saka tunggal yang mempunyai ukuran 12 x 18 meter dan masjid ini menjadi salah satu mesjid tertua di pulau Jawa yang telah dibangun sebelum Wali Sembilan (Wali Songo).

19. Mata Air Panas Kalibacin

Tamasya Banyumas di Tambak Negara, Rawalo, 17 km dari Purwokerto, yang yaitu peninggalan Belanda. Mata air panas Kalibacin diandalkan bisa menyembuhkan menyembuhkan penyakit kulit. Pemandian Kalibacin yakni objek tamasya husada sebab pengunjung yang datang kecuali berekreasi juga bisa berobat. Obyek tamasya inii disebut Kalibacin sebab airnya beraroma kurang enak. Tetapi sebab kandungan sulfurnya cukup tinggi, airnya diyakini sanggup mengobati beraneka jenis penyakit kulit, saraf, dan tulang atau rematik. Di daerah ini tersedia kolam untuk berendam ataupun kamar mandi.

20. Museum Wayang Sendang Mas

Liburan Banyumas di depan Pendopo Duplikat Si Panji, Banyumas, dibangun pada 1982 dengan koleksi wayang kulit, wayang golek, wayang beber, wayang krucil, dan wayang lainnya, benda pusaka, benda purbakala dan kitab kuno. Museum ini tergolong tua, sebab sudah dibangun semenjak 31 Desember 1982. Meski banyak tokoh wayang yang ditampilkan pada museum ini, melainkan yang menjadi sorotan utama di Sendang Mas yakni tokoh Bawor.

Kecuali itu, ada pula perangkat kesenian musik tradisional yang telah ada semenjak zaman Majapahit, adalah Gamelan Sekaten. Terdapat beragam macam wayang yang ada di lokasi ini dan setiap wayang mengandung makna yang berbeda-beda, seperti wayang yang membuktikan Walisongo: Dawala, Bagong, Bagal Buntung, Gareng, Cungkring, Curis, Bitarota, dan Ceblok.

Wayang yang ada di Sendang Mas ini sangatlah pelbagai, dan salah satu yang paling unik ialah Wayang Suluh. Cocok namanya, Wayang Suluh sering diterapkan untuk memberikan penyuluhan untuk warga Banyumas, terpenting ketika masa pengorbanan kemerdekaan.

21. Museum Uang BRI

Liburan Banyumas di Jl. Jenderal Soedirman, Purwokerto, berisi perjalanan perbankan (BRI) mulai berdiri hingga kini serta koleksi uang kuno mulai jaman Majapahit. Masih terekam diingatan aku, saat masih di SD hampir tiap-tiap tahun kami meniru perayaan hari jadi bank ini. Ibarat tujuhbelasan, senantiasa ada acara pertandingan yang dapat ditiru oleh buah hati-si kecil, ibu-ibu ataupun kaum bapak yang menjadi pegawai di cabang itu.

Masih terang juga memori aku, alangkah masih malu-malunya dikala itu (kini juga sih, jika ga malu-malu ya malu-maluin), aku tak ingin membacakan puisi perihal pendiri bank BRI ‘Raden Aria Wirjaatmadja’ ketika perayaan ultah BRI waktu itu. Kesudahannya, abang aku yang membacakan puisi hal yang demikian malah memperoleh reward, tabungan sebesar 50 ribu. Waktu jaman SD itu kan jumlah yang benar-benar besar, lha wong jajan aja Rp 100 per hari.

22. Pancuran Pitu

Liburan Banyumas di dalam Lokawisata Baturaden, yang adalah sumber air panas berbelerang yang keluar lewat tujuh pancuran. Ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 2,5 km, atau dengan kendaraan lewat Bumi Perkemahan Baturaden. Obyek tamasya ini sama seperti yang sbeleumnya adalah berasal dari gunung slamet. Perbedaannya berlokasi pada jumlah pancuran, sekiranya sebelumnya cuma ada 3 pancuran.

Meskipun obyek tamasya ini mempunyai tujuh atau pitu pancuran. Karenanya dari itu dikasih nama Sumber Air Panas Pancuran Pitu. Salah satu fasilitas yang unik yaitu terdapat pancuran yang disulurkan khusus ke kamar mandi. Oleh sebab manfaat dari air sulfur untuk pengobatan berjenis-jenis penyakit, banyak orang yang datang untuk sekadar merasakan air sulfur yang hangat atau memang berkunjung untuk tujuan terapi pengobatan.

23. Pancuran Telu

Liburan Banyumas yang diandalkan dapat menyembuhkan penyakit gatal ini berada di dalam Lokawisata Baturaden. Air sulfur yang terdapat di obyek liburan ini dpercaya bisa berguna terapi pengobatan. Umumnya dibukaan untuk terapi pengobatan sakit tulang dan penyakit kulit seperti kadas atau panu.

Sumber Air Panas Pancaran Telu ini tak jauh dari lokasi Wanawisata dan Lokawisata Baturraden yang cuma berjarak 2.5 km saja. Sebuah daerah dimana ada 3 mata air dengan air panas sulfur mengalir plus sebuah kolam dibawahnya.Pancuran dengan jumlah tiga ini amat menarik atensi para pengunjung yang sengaja datang untuk menjalankan pengobatan kulit dan rematik secara natural dengan memanfaatkan kandungan sulfur. Seandainya anda sangat-observasi dikala anda berada di wilayah Pancuran Telu, bebatuan yang dialiri oleh sumber mata air panas itu sudah berubah warnanya menjadi cokelat kemerah-merahan.

24. Pendopo Duplikat SiPanji

Liburan Banyumas di kota lama yang pernah menjadi sentra pemerintahan Kabupaten Banyumas sebelum tahun 1937. Pendopo Si Panji yang autentik sudah dipindahkan ke Purwokerto pada Januari 1937. Rumah atau pendopo Kabupaten Banyumas dan Kota Banyumas didirkan pada tahun 1582 oleh Kyai Adipati Wargautama II yang bisa disebut sebagai Bupati Banyumas I dan diketahui pula dengan sebutan Kyai Adipati Mrapat. Kemudian Adipati Yudonegoro II (Bupati Banyumas VII tahun 1707-1743) memindahkan Kabupaten Banyumas agak ke sebelah timur dengan sekalian membangun rumah Kabupaten berikut Pendoponya. Dan yang kini tenar dengan nama SI PANJI.

25. Situs Batur Agung

Tempat wisata religi yang Banyumas ini berlokasi di tengah perkebun warga, dengan perbatasan sebelah selatan lapangan Dusun Pondok Lakah, Desa Baseh, Kedungbanteng, yang pernah diterapkan sebagai pertapaan Raden Kamandaka. Batur Agung yaitu cagar tradisi yang berlokasi di desa Baseh tepatnya di gerumbul Pondok Lakah. Sebuah website yang luasnya 3400m2 dengan aneka macam tanaman autentik hutan yang terjaga legalitasnya. Situasi ini ialah peran masyarakat sekitar yang dengan kesadaran cukup tinggi berharap menjaga keadaan orisinil hutan autentik dalam tengah perkampungan di gerumbul Pondok Lakah desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Salah satu tolok ukur kesadaran masyarakat sekitar berkeinginan menjaga alam supaya lestari di kawasan lereng Gunung Slamet komponen Selatan.

Laman ini berupa punden berundak yang mempunyai tiga selasar, dengan orientasi Utara Selatan, mengaplikasikan Gunung Slamet sebagai kiblat yang diandalkan sebagai persemayaman akhir arwah leluhur. Tapi arca dwarapala menonjolkan adanya pula peninggalan adat istiadat Hindu di daerah ini. Sobirin sempat mengajak kami berjalan ke arah pintu masuk Web Batur Agung, lalu berbelok ke kanan menjelang jalan setapak yang mengitari hutan.

26. Situs Baturrana

Liburan Banyumas di Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Karanglewas, di tempat pegunungan Baturlaya. Dibutuhkan waktu 5 jam dengan berjalan kaki dari Kantor Desa Sunyalangu untuk hingga ke laman ini. Untuk menempuh website yang berlokasi di pegunungan hal yang demikian diperlukan waktu perjalanan melalui jalan setapak di tengah-tengah hutan dan perkebunan penduduk kurang lebuh 5 jam dari kantor desa Sunyalangu. Dinamakan laman Baturrana berdasarkan ceritera masyarakat setempat web hal yang demikian pinggirannya terdapat tumpukan batu menyerupai wujud pondasi ( batur dalam bahasa Jawa ) dan berlokasi jauh dari permukiman di tempat pegunungan.

Peninggalan yang terdapat di dalam lokasi laman hal yang demikian berupa menhir sebanyak 1 buah, dengan bahan dasar batu andesit yang berukuran tinggi 47 cm, lebar 17 cm, dan tebal 5 cm berada pada selasar ketiga, disamping itu juga terdapat sebagian makam / kubur batu yang sebetulnya makam hal yang demikian merupakan kuburan batu yang yaitu bangunan megalitik yang paling tua yang berfungsi sebagai kuburan, sebab di daerah hal yang demikian terdapat sebagian wujud batu besar lainnya yang pada zaman prasejarah sering kali diterapkan sebagai komplementer pemujaan arwah nenek moyang yang wujudnya menyerupai menhir daerah bersemayamnya jasad nenek moyang.

27. Situs Carangandul

Tamasya Banyumas di tengah-tengah kebun di Dukuh Carang, Desa Tamansari, Karanglewas. Konon laman hal yang demikian yaitu bekas kepala Patih Carangandul yang dibunuh oleh utusan dari Demak. Peninggalan yang terdapat di web Carangandul berupa patung potongan kepala manusia yang berukuran raksasa, yang berdasarkan mitos yang berkembang di masyarakat, bahwa patung potongan kepala manusia hal yang demikian yaitu potongan kepala patih Kadipaten Pasir Puhur pada abad -15 yang dipenggal oleh tentara dari Demak, yang alhasil berupa jadi sebuah batu yang menyerupai kepala manusia.

Begitupun adat istiadat tradisi Jawa Kuno terbukti masih konsisten hidup di kawasan Banyumas. Diantaranya dapat diperhatikan pada ritual yang dikerjakan tiap tahun di kalangan pengikut adat Bonokeling. Bonokeling, yang makamnya ada di Kecamatan Jatilawang Banyumas, dipercayai sebagai tokoh spiritual dari jaman Kadipaten Pasir Luhur.

28. Situs Lembu Ayu

Liburan Banyumas di Dusun Lembu Ayu, Desa Susukan, Fals, 10 km dari Purwokerto, berupa yoni, lingga, fragmen batu candi, dan sebuah makam kuno bernama makam Pandung Aguna. Dia mengatakan benda bersejarah yang masih tersisa sampai ketika ini berupa sebuah lingga dan dua buah yoni salah satunya berukuran kecil serta fragmen batu candi. Oleh sebab telah dihasilkan sebagai benda cagar adat istiadat, kata ia, Pemdes Susukan beserta warga setempat terus berusaha menjaga keberadaannya supaya tak hingga rusak atau sirna seperti halnya patung lembu putih.

29. Situs Tebet Madas Mayung

Tempat wisata yang lain di Banyumas ini terletak Desa Sambirata, Cilongok, situs peninggalan ini berupa dolmen yang berbentuk menyerupai meja batu berkaki menhir sebagai tempat meletakkan sesaji dan untuk pemujaan arwah nenek moyang dari jaman prasejarah. Di sebelah timur website hal yang demikian terdapat aliran sungai yang dipakai sebagai daerah bersuci pada masa prasejarah sebelum menuju daerah pemujaan arwah nenek moyang. Peninggalan yang terdapat di lokasi website hal yang demikian antara lain batu dolmen yang berbahan dasar batu andesit lebar 97 cm, panjang 101 cm, tebal 18 cm. Sebagian buah menhir kecil yang berfungsi sebagai sarana komplemen upacara ritual pemujaan arwah nenek moyang.

Dengan arah lurus terus ke utara. Sesudah hingga di desa karang tengah (balai desa) menuju ke utara lewat Legok, Mesjid besar karang tengah dan hingga di perempatan yang ingin menuju cipendok. Kemudian belok kanan menuju arah desa Sambirata. Akan di temui panorama alam yang cukup menawan dan lingkungan desa yang ramah. Menelusuri jalan lingkungan yang telah di aspal dan hingga ujung menelusuri persawahan di karang tengah dan hingga di dukuh madas mayung.

30. Situs Watu Gathel

Liburan Banyumas di tengah pemukiman penduduk Desa Karangmangu, Baturraden, yang wujudnya menyerupai penis. Di timur web Watu Gathel terdapat Sungai Belot yang digunakan sebagai daerah bersuci. Sesungguhnya web hal yang demikian adalah peninggalan prasejarah masa megalitikum sebagai daerah pemujaan arwah nenek moyang yang berjenis kelamin laki-laki dan berorientasi ke arah barat dan timur sebab diyakini daerah bersemayamnya arwah nenek moyang hal yang demikian berada di sebelah barat gunung Slamet. Disebelah timur laman hal yang demikian terdapat aliran sungai Belot yang pada zaman prasejarah telah diterapkan sebagai daerah bersuci sebelum menuju daerah pemujaan arwah nenek moyang ( laman watu gathel ).

31. Situs Watu Guling

Tamasya Banyumas di Desa Datar, Fals, di sebelah selatan pemakaman awam Desa Datar, adalah daerah pemujaan arwah nenek moyang pada jaman prasejarah berupa Batu Menhir dan Batu Lumpang. Seandainya dari lapangan Datar masih kearah timur ada gang kecil, kearah selatan sampai mentok, Atau dari lapangan datar ke selatan ke arah desa Kawungcarang, ditengah sawah ada jalan ketimur hingga mentok. Website Watu Guling berdekatan dengan pemukiman warga.

Laman watu guling hal yang demikian ialah daerah pemujaan arwah nenek moyang pada zaman prasejarah yang pada mulanya adalah punden berundak yang berorientasi ke arah utara mengarah terhadap gunung Slamet, selatan ke laut selatan. dan diyakini sebagai daerah bersemayam nya para arwah nenek moyang.

Itulah beberapa objek liburan absah banyumas yang telah di kelola bagus oleh pemerintah tempat lewat Dinporabudpar maupun pihak swasta yang berprofesi sama dengan Pemda. Sesungguhnya masih banyak objek-objek liburan lain yang mungkin belum tergali dan di kelola secara bagus. Nanti nya semoga catatan yang simpel ini dapat mengulas lebih perihal objek pariwisata di kabupaten banyumas. Harapannya dapat memberikan info opsi liburan yang murah meriah melainkan konsisten berkesan tentu nya bagus untuk klasifikasi tamasya alam, liburan kultur, tamasya masakan, liburan pengajaran, tamasya religi dan tamasya sejarah.

Semua informasi di atas merupakan data terakhir saat artikel ini dibuat. Jika terdapat perubahan data terbaru yang anda ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *