20 Tempat Wisata di Boyolali Jawa Tengah yang Menarik

Posted on

Boyolali yakni salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah dan diketahui sebagai tempat penghasil susu sapi. Boyolali yang juga berdekatan dengan Kota Solo ini terbukti memiliki potensi liburan lumayan banyak jumlahnya. Berikut yakni sebagian destinasi liburan yang ada di Boyolali.

1. Tlatar

Kalau Anda sedang merencanakan tamasya di kawasan Jawa Tengah, terlebih Boyolali dan sekitarnya, Tlatar Boyolali sungguh-sungguh masuk dalam acuan Anda sebagai obyek tamasya yang akan Anda tuju. Obyek liburan yang satu ini juga tak keok cantik dibanding dengan obyek liburan di Boyolali lainnya, seperti Waduk Kedung Ombo, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu. Datang ke obyek yang satu ini akan mewujudkan tamasya Anda terasa komplit selama tamasya di Boyolali.

Lokasi obyek liburan yang satu ini tak terlalu susah untuk Anda peroleh apabila hendak pergi kesana. Domisili Tlatar Boyolali Jawa Tengah ini lengkapnya berada di Jl. Tentara Pelajar No.2 Kebon Bimo. Obyek ini dapat dikatakan berada di tengah kota dan masih berada di Kecamatan Boyolali, salah satu Kabupaten yang berada di kawasan Provinsi Jawa Tengah. Lokasi hal yang demikian kaprah ? kaprah berjarak 5 km dari sentra kota Boyolali.

paling menarik di lokasi ini Anda bisa memanen segera hasil pertanian masyarakat berupa tanaman mentimun, melon, dan kubis. Untuk masuk ke lokasi Ekowisata ini Anda akan dikenakan biaya karcis seharga Rp. 10.000. Bagi keluarga yang mempunyai buah hati-buah hati balita, Pakecehan dapat menjadi opsi daerah bermain air. Dengan air dangkal seukuran mata kaki orang dewasa, tentu saja buah hati-si kecil bakal aman bermain air. Atau berburu ikan-ikan kecil yang sengaja dilepas di perairan dangkal, seperti ikan wader, kepiting sungai, serangga air dan lain-lain. Orang tua dapat memilih daerah makan terapung yang dekat dengan kolam dangkal ini untuk mengawasi putra-putrinya.

2. Pemandian Umbul Pengging

Obyek liburan peninggalan Raja Keraton Solo, Paku Buwono X ini sesuai untuk tujuan tamasya keluarga Anda. Kecuali tempatnya yang teduh dan nyaman, pengunjung yang datang juga bisa merasakan kesejukan air dari sumber mata air obyek liburan hal yang demikian. Sebab pada zaman dulu, obyek liburan ini adalah daerah bersantainya raja Keraton Solo dan keluarganya.

Pengunjung juga dapat meniru adat istiadat kungkum (berendam) yang dikerjakan oleh masyarakat sekitar. Konon, pemandian ini adalah sentra laku batin kungkum masyarakat Pengging. Pun, kultur ini ditiru oleh para pengunjung yang berasal dari beragam kota di sekitar Jawa Tengah.

Pemandian Umbul Pengging terdiri dari 3 umbul. Air umbul yang bersih, membikin badan menjadi rileks dan segar. Sesudah Anda mandi dan berenang di sana, ada pemancingan dan kafe di sekitar zona Umbul. Menunya lumayan nikmat. Anda dapat memancing bersama sahabat dan keluarga.

objek liburan permandian pengging berlokasi 15 km dari sentra kota solo dan tenar sebagai permandian para raja jaman itu ada sebagian umbul (permandian) disana dan air di tiap umbul dari sumber mata air seketika betul-betul jenih dan bersih tarif masuk cukup 2500 serta Rp2000 untuk masuk ke tiap umbulnya.

3. Waduk Bade

Waduk yang disahkan oleh Presiden Indonesia kedua, H.M. Soeharto pada tanggal 18 Mei 1991 berlokasi di Desa Bade Kecamatan Klego Kab. Boyolali. Waduk ini letaknya berada di sebelah utara Kab Boyolali yang berjarak kuran lebih 50 KM dari sentra kota Boyolali. Untuk menempuh lokasi waduk dari arah Barat dapat dtempuh dengan kendaraan pribadi atau Bis dengan mencapai rute Karanggede Gemolong berjarak kurang lebih 10 KM dari Kec. Karanggedhe

Titik memancing kedua berada di sepanjang pinggir waduk yang memrentang dari utara hingga ke selatan. Komponen titik ini tentu berbentuk miring sebab berupa bendungan. Kedalamannya dapat menempuh 8 meter. Pemancing yang mengambil titik ini akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.000. Teknik memancing yang layak diaplikasikan ialah teknik lempar dasaran dengan umpan cacing. Kendala yang mungkin Anda hadapi merupakan adanya jaring dari para penangkap ikan dan udang.

Kalau Anda mau memancing di komponen tengah, dapat menyewa perahu yang sudah disediakan oleh pengelola liburan. Di titik ini juga tersedia sarana pendorong untuk aktivitas berlibur seperti toko makan dan minum. Seandainya Anda membawa kendaraan, parkirlah di dekat kios hal yang demikian dan gampang tampak oleh Anda. Untuk kendaraan roda dua dapat mendekati titik memancing, tetapi untuk kendaraan roda empat mesti di daerah parkiran yang luas dekat toko.

4. Waduk Cengklik

Waduk Cengklik adalah waduk atau danau buatan yang lokasinya berdekatan dengan Airport Adi Sumarmo Solo. Waduk ini dibangun pada zaman penjajahan Belanda untuk pengairan lahan pertanian dan masih berfungsi sampai dikala ini. Keadaan waduk ini kurang terawat dan mengalami pendangkalan waduk yang cukup parah. Ketika ini Waduk Cengklik lebih diketahui sebagai lokasi berburu sang surya terbenam (sunset) bagi kalangan fotografer pemburu foto alam.

Kesibukan yang banyak nampak di sekitar zona Waduk Cengklik Boyolali ialah kegiatan para pemancing, para penebar jala, dan petani keramba ikan. Memasuki petang hari mulai berdatangan para pemancing yang datang dari tempat setempat sampai luar tempat untuk mencari ikan sampai keesokan harinya. Kecuali itu banyak juga masyarakat sekitar yang datang ke daerah ini sekadar jalan-jalan petang sampai memadu beri di sudut waduk. Sepertinya waduk ini masuk menjadi opsi unggulan untuk bersantai dan melepas penat.

Bagi anda yang menyukai fotografi, Waduk Cengklik yaitu lokasi yang layak buat anda yang berkeinginan mengabadikan foto dengan latar belakang pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu. Lebih menawan lagi sekiranya anda berkunjung pada petang hari, berfoto dengan latar panorama sang surya karam di Waduk Cengklik sungguh amat eksotis.

5. Air Terjun Kedung Kayang

Liburan alam air terjun Kedung Kayang Magelang, lokasi destinasi tamasya cukup strategis merupakan diantara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali, lebih tepatnya di desa Wonolelo Magelang dan Desa Klakah Boyolali. Estetika dimiliki air terjun benar-benar eksotis, sehingga sungguh-sungguh pantas buat hendak mencari ketenangan dan tamasya terjaga kelestariannya.

Membutuhkan usaha lebih dikala menuju ke lokasi liburan, melainkan tidak perlu kuatir karena tiap-tiap langkah kaki memberikan pengalaman tamasya menyenangkan. Pasalnya banyak sekali panorama-panorama alam demikian itu asri betul-betul memanjakan sejauh mata melihat. Apalagi bila nih sobat telah hingga lokasi tamasya, segera disuguhkan pemandangan berupa air terjun semacam itu eksotis. Hal itu membikin sobat tidak tabah berharap merasakan kesejukan air terjun.

berlokasi diantara gunung merapi dan merbabu, tak susah mencari letaknya. jikalau kita di ketep pass, betapa pantasnya mampir ke air terjun kedung kayang yang lokasinya tak jauh dari ketep pass. jalan masuknya dari ketep pass kita turun kira2 300mtr arah magelang kita belok ke kiri arah ke selo pass. dari situ kita ikuti aja jalan dan kira2 seperempat menit akan ketemu artikel air terjun kedung kayang. masuknya gak terlalu jauh dari jalan raya. dan dari loket ke air terjun kita ada dua alternatif arah, berkeinginan liat dari atas apa dari bawah.

6. Agrowisata Samiran

Desa Liburan Samiran ini ialah wilayah liburan yang menawarkan suasana pedesaan dikombinasikan dengan estetika pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu. Pelancong juga bisa memetik sendiri aneka variasi sayur seperti loncang, wortel, bunga kol, brokoli, sawi, labu, selada merah dan hijau di kebun-kebun sayur milik penduduk yang mayortas bekerja sebagai petani.

7. Wisata Kampung Lele

Kampung lele ialah sebutan untuk desa Tegalrejo sebab beberapa besar penduduk bekerja sebagai pembudidaya lele. Permulaan mula kampung lele yakni dimulai oleh tiga orang petani desa Tegalrejo adalah Sugiarno, Sugiardi, dan Darsino pada tahun 1990 berawal dari pelataran rumah yang diciptakan sebagai usaha pembesaran budidaya lele.

Kampung ini juga pernah dikunjungi oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Di Kampung Lele kita dapat belajar bagaimana caranya beternak ikan berkumis panjang itu dengan bagus hingga dengan mengamati olahan dan sistem mengolah ikan lele menjadi berbagai jenis makanan yang tentunya membikin lidah ketagihan, salah satunya merupakan abon lele.

8. Waduk Kedung Ombo

Waduk Kedung Ombo (Kedung Cinta) yakni objek tamasya di JawaTengah yang menyuguhkan estetika berupa bendungan raksasa yang mempunyai luas 6.576Ha, Waduk ini berlokasi di Desa Wonoharjo, Kec.Kemusu, Kab.Boyolali. kecuali berkhasiat sebagai sarana imigrasi untuk persawahan waduk ini juga dioptimalkan menjadi objek tamasya yang sekarang populer dan banyak di minati, kecuali panorama waduk yang memikat di tamasya ini anda juga dapat berpetualang mengaplikasikan perahu motor yang disediakan di lokasi hal yang demikian.

Kecuali menawarkan estetika waduk dan panorama alamnya Liburan Waduk Kedung Ombo ini juga mempunyai titik unik yakni Kedung Cinta yang akhir-akhir ini booming dan banyak diminati yang rata-rata dari pasangan muda-mudi, pantas dengan namanya titik unik ini mempunyai desain sebuah hati (love) berwarna merah dengan ukuran yang cukup besar dan hal hal yang demikian membikin lokasi ini menjadi ramai dan banyak dipakai sebagai daerah untuk berfoto-foto.

Luas area dari Waduk Kedung Ombo ini lebih kurang sekitar 6.576 Ha yang terbagi dalam 2 jenis, yaitu lahan perairan yang memiliki luas sekitar 2.830 Ha dan lahan yang berupa dataran seluas 3.746 Ha. Terdapat banyak pohon-pohon yang tumbuh di zona waduk sehingga membikin suasana lebih asri dan rindang sehingga membikin para pengunjung betah disana.

9. Makam Ki Ageng Kebo Kenanga

Makam Ki Ageng Kebo Kenongo berada di Wilayah Pengging, Desa Jembung, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Makam ini berlokasi didaerah tropis berangin dan dataran rendah Boyolali. Makam Ki Ageng Kebo Kenongo ini masih dalam satu wilayah dengan makam Ng. Yosodipuro. Tapi, makam Ng. Letak makam Ki Ageng Kebo Kenongo lebih terpencil ketimbang makam Ng. Yosodipuro

Liburan sejarah menjadi potensi berikutnya dari desa Jembungan dikarenakan banyaknya eksistensi website sejarah seperti makam Ki Ageng Kebo kenongo yang berada di Dk. Gedong dengan juru kunci mbah Harso dan makam Madu retno yang berada di Dk. Jembungan, banyak orang awam berziarah kekedua makam hal yang demikian. Desa Jembungan yaitu saksi sejarah yang dari dahulu sudah menjadi kawasan kraton pengging.

10. Agrowisata Sapi Perah Cepogo

Konsep agrowisata dalam sebagian tahun terakhir menjadi konsep yang ditawarkan banyak pelaku liburan ataupun industri untuk menarik pengunjung atau pelancong. Tamasya contoh ini menarik sebab kecuali memberi kans pengunjung untuk refreshing merasakan wisata, juga memberi wawasan baru sehubungan satu hal. Tamasya ini amat sesuai untuk diaplikasikan sebagai tamasya pengajaran.

Lokasi agrowisata sapi perah ini ideal ada di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Letaknya berada di kawasan yang agak tinggi, adem cenderung dingin. Sehingga pantas untuk refreshing sesudah sepekan penuh padat dengan seluruh kegiatan. Pelancong dapat segera memandang ke peternakan sapi perah, belajar bagaimana sapi perah ini dipelihara, memberi makan terhadap sapi-sapi hal yang demikian serta memperhatikan segera bagaimana sistem memerah susu sapi.

Daerah ini memang pantas disebut sebagai surganya para pecinta susu sapi. Produk susu yang dipasarkan yaitu susu murni yang absah dari peterakan atau agrowisata hal yang demikian. Susu sapi yang dipasarkan sebagai oleh-oleh malah telah divariasikan dengan raga. Jadi anda akan menemukan banyak opsi rasa susu sapi segar yang menyehatkan.

11. Bendungan Sidorejo

Bendungan Sidorejo Daerah liburan di boyolali selanjutnya yaitu bendungan sidorejo. Bendungan yang dimanfaatkan sebagai sarana pengairan atau irigasi dan juga lokasi liburan ini lokasinya agak tersembunyi. Sedangkan panorama alam di objek liburan ini amat cantik, lho. Sayang sekali sebab lokasi yang kurang strategis atau jauh dari jalan raya membikin daerah tamasya yang satu ini sepi kunjungan pelancong.

Waduk Kedungombo masih jadi kekuatan tarik tamasya. Seperti pada suatu sore di medio Juli lalu, tidak sedikit warga merasakan senja di waduk itu. Ada yang merasakan panorama, berselfie ria, dan memancing di pinggir waduk. Waduk Kedungombo menjadi bendungan penting dan menarik. Dia dapat jadi teladan plus minus pembangunan bendungan dikala pemerintah menggalakkan percepatan pembangunan infrastruktur termasuk untuk waduk.

12. Makam R.Ng. Yosodipuro

Berlokasi bersampingan satu sama lain, kedua web bersejarah ini terjalin benang merah dalam perkembangannya mewarnai sejarah masa lalu Pengging yang sarat dengan legenda dan kisah historis yang menarik untuk dikaji. Beliau yakni putra dari pasangan Raden Tumenggung (R.T.) Padmonegoro dan Siti Mariyam (Nyi Ageng Padmonegoro). R.T. Padmonegoro pada masa mudanya yaitu prajurit Mataram yang meniru Sultan Agung Hanyokrokusumo pada waktu melawan Kompeni (Belanda). Sebab kepandaian dan keberaniannya dalam dilema perang, beliau diandalkan dan diangkat sebagai Bupati di Pekalongan.

Makam R.Ng. YosodipuroR. Ng. Dari sejarahnya bahwa Yosodipuro merupakan salah satu dari pujangga hebat yang berasal dari keluarga Mataram. Karya-karyanya masih familiar hingga dengan dikala ini. Sebagian diantaranya yakni Serat Rama (saduran kakawin Ramayana), Serat Bratayuda (saduran dari kakawin Bharatayuddha), Serat Ajuna Sasrabahu (saduran dari kakawin Arjuna Wijaya), dan Serat Mintaraga (Saduran dari kakawin Arjuna Wiwaha).

13. Pesanggrahan Pracimoharjo

Pesanggrahan Pracimoharjo, berlokasi di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Yakni salah satu peninggalan bersejarah yang mempunyai poin historis tinggi. Didirikan oleh Paku Buwono IV sekitar tahun 1803-1804 kemudian pada masa pemerintahan Paku Buwono X, pesanggrahan Pracimoharjo dimaksimalkan menjadi lebih artistik dan mewah, komplit dengan pendapa, pringgitan, taman pun air mancur.

Keistimewaan pesanggrahan Pracimoharjo yakni eksistensi alun-alun. Dalam kebiasaan kerajaan, alun-alun berfungsi sebagai areal publik. Sebab lokasinya di depan kraton, alun-alun juga berfungsi sebagai daerah untuk interaksi antara raja dengan rakyatnya. Eksistensi alun-alun menyiratkan bahwa seorang pemimpin konsisten wajib berpegang teguh pada prinsip bersatu antara pemimpin dengan rakyatnya.

14. Agrowisata Sayur Selo

Obyek liburan ini di wilayah lereng Merapi dan Merbabu di tempat Selo yang penduduknya mayoritas sebagai petani. Tempat ini, menciptakan Selo penghasil sayur mayor dengan system organik. Aneka tipe sayuran seperti loncang, wortel, bunga kol, brokoli, sawi, labu, selada merah dan hijau yang segar dapat anda petik sendiri dari kebun lantas.

Sebagai salah satu destinasi agrowisata di Boyolali, Tretes Taman Tani memanfaatkan kebun sayur dan sangkar sapi perah milik penduduk setempat. Cukup membayar karcis masuk Rp 5.000 per orang dan parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk kendaraan beroda empat, pelancong bisa menikmati pengalaman menjadi petani sekalian peternak sapi perah.

15. Makam Ki Ageng Pantaran

Budaya Buka Luwur dimulai dengan kirab kain luwur dan perlengkapan lain diserahkan Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat terhadap sang juru kunci makam. Dilanjutkan dengan prosesi penggantian kain hal yang demikian. Berakhir rangkaian penggantian kain dilanjutkan dengan pembacaaan dzikir dan tahlil yang dicontoh para ratusan peziarah yang memadati komplek makam. Sebagai akhir, digelar kebiasaan kenduri yang membagikan makanan kenduri yang diyakini dapat dialap barokahnya.

Prosesi upacara Buka luwur bisa mencerminkan sikap kegotong-royongan masyarakat Pantara. Kegotong-royongan pada kesibukan Upacara Buka Luwur ialah hal yang sungguh-sungguh penting dan harus kita banggakan sebab ada motivasi kebersamaan, keakraban, bantu-membantu dan sebagainya sebagai modal persatuan Indonesia.

16. Gunung Tugel

Gunung Tugel ialah daerah bersemayamnya kyai singoprono yang berlokasi di tempat nglembu kecamatan sambi kabupaten Boyolali. Objek liburan makam Ki Ageng Singoprono, Gunung Tugel berlokasi di Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Sebelah barat berbatasan dengan kelurahan Cermo. Sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Trosobo. Sebelah timur dan utara berbatasan dengan kelurahan Pelem, Kecamatan Simo. Di daerah ini terdapat rekreasi perbukitan dengan melewati tangga untuk menuju puncak gunung.

Adapun kirab hal yang demikian, lanjut pria yang akrab dipanggil Murjito itu, ditiru oleh sejumlah budayawan di Boyolali, masyarakat Desa Slembu, pasukan berkuda, sejumlah maesa bule keturunan Kyai Slamet dan prajurit Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

17. Petilasan Kebo Kanigoro

Petilasan Kebo Kanigoro daerah liburan spiritual dimana daerah ini terdapat monumen bersejarah dari Ki Kebo Kanigoro yang tidak lain masih saudara dengan Ki Kebo Kenongo raja dari Kerajaan Pengging di dalam petilasan Kebo Kanigoro terdapat pohon – pohon besar yang membumbung tinggi sehingga memberikan nuansa teduh pada daerah ini juga dengan rumput lumutnya yang menghasilkan daerah ini unik.

Petilasan Kebo Kanigoro berlokasi di desa Samiran, kecamatan Selo, Jaman dulu yaitu daerah bertapanya Kebo Kanigoro yang berupa cekungan, beliau yaitu si kecil dari Kyai Pengging Sepuh atau yang familiar dengan nama Prabu Handayaningrat yang makamnya di tempat sekitar pengging.

18. Candi Lawang

Candi ini memang tak semacam itu besar, melainkan usianya tidak dapat dibilang muda. Berada di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Candi Lawang yaitu peninggalan kerajaan Hindu ratusan tahun yang lalu. Bagi yang berharap berlibur sambil belajar sejarah, tentu Candi Lawang menjadi salah satu alternatifnya. Apalagi suasana cukup asri dengan dikelilingi pohon rindang. Sedangkan butuh usaha keras untuk hingga sebab padahal ada di tengah desa, daerah ini letaknya cukup jauh dari jalan raya.

Berdasarkan informasi yang aku baca Candi Lawang ini yakni Candi yang bernuansa hindu yang ditemukan semenjak tahun 1921. Penemu Candi ini yaitu seorang arkeolog Belanda yang masih sungguh-sungguh misterius. Keunikan dari Candi ini merupakan bangunan tua nya dan terdapat satu Candi yang berdiri kokoh dengan dua wujud lawangnya.

Candi ini pertama kali ditemukan oleh arkeolog asal Belanda di tahun 1972. Penamaan Candi Lawang juga sebab pintu besar di Candi Induk. Dalam bahasa Jawa, Pintu berarti Lawang. Menurut isu Candi Lawang hingga dikala ini masih dalam tahap pemugaran.

19. Tapak Noto

Tapak tapak noto berada di Dusun Sendangrejo, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tapak ini berada di areal yang singup (mengerikan). laman ini letaknya berdekatan dengan candi lawang. kemungkinana jaraknya kurang dari 10 KM. kurang dapat dipastikan Tapak ini sejaman dengan candi lawang ataumalah lebih muda dari candi lawang.

di antara 2 buah laman batu bercap kaki ini terdapat sebuah arca kecil yang kurang terang, arca hal yang demikian sejaman dengan eksistensi batu Tapak noto atau pun cuma buatan baru.

Lokasi Tapak hal yang demikian konon ceritanya ialah sentra keramaian pada masa itu. Seperti sebuah pasar desa. sekarang sekitaran website ini cuma menjadi pemukiman penduduk yang tak terlalu ramai. berlokasi di sebuah kebun kosong di Dukuh Sendangrejo, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

20. Selo Pass

Berlokasi di kabupaten Boyolali, sisi timur gunung merapi merbabu. Sekitar 12 km dari ketep pass. Berlokasi pada ketinggian 1600 – 1800 m, dengan panorama cantik dan temperatur yang adem. Pada malam hari wilayah ini memberikan pemandangan yang luar lazim dimana dari AGROSEPA pelancong bisa merasakan pemandangan malam 7 kota yang bermandikan sinar.

Seperti mengamati pertunjukkan kolosal alam yang luar umum dimana hari berganti siang AGROSEPA memberikan nuansa yang sungguh-sungguh lain adalah berupa hamparan ladang hijau bak seperti gulungan permadani yang berombak bertaburkan kabut-kabut putih seperti disapu kain sutra memberikan pesona yang luar umum. Inilah negeri para dewa dimana tak akan pernah ditemukan di daerah lain.

Itulah sebagian lokasi liburan yang bisa anda kunjungi dikala berada di Boyolali. Tentu objek tamasya di atas cuma beberapa saja. Masih banyak tamasya lain yang pastinya menawan yang berada di Boyolali. Kabupaten Boyolali dulunya termasuk dalam karesidenan Surakarta. Lokasi tepatnya berada di sebelah utara Kota Solo. Kota yang diketahui dengan hasil berupa susu sapi ini, hasil susuny tidak cuma dipasarkan lantas terhadap konsumen sebagai susu segar saja, akan melainkan juga dipasarkan ke perusahaan susu.

Tamasya Boyolali memang belum tenar seperti layaknya tamasya Kota Semarang atau Solo, malah pengunjung yang datang didominasi oleh pelancong lokal saja. Akan tapi Boyolali juga ialah daerah asyik untuk menghabiskan wisata, kok. Sekiranya penasaran dengan kota ini, ayo berkunjung!

Semua informasi di atas merupakan data terakhir saat artikel ini dibuat. Jika terdapat perubahan data terbaru yang anda ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *